Rahasia kebahagiaan keluarga

BACAAN HARI INIBACAAN HARI INI : 1 Korintus 7:1-5
RHEMA HARI INI : 1 Korintus 7:5 Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.
Andi adalah seorang marketing executive yang sukses di suatu perusahaan besar. Pekerjaannya sering menuntutnya bepergian ke luar kota selama beberapa waktu. Suatu kali, ia mengambil cuti hanya untuk beristirahat di rumah. Ia bermaksud tidur sampai siang, tetapi ayahnya memaksanya menemani ke mini market dekat rumah. Sebelum ke sana, sang ayah mengajaknya mampir ke bank untuk mentransfer sejumlah uang. Tak disangka mereka menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk mengantre. Merasa waktunya terbuang percuma, Andi bertanya kepada ayahnya kenapa tidak menggunakan internet banking saja. Sambil tersenyum, ayahnya berkata, “Dengarkan Ayah, Nak, Ayah lebih senang transfer dari bank dekat rumah kita ini karena Ayah sering bertemu dengan tetangga kompleks kita dan mengobrol dengan mereka di sini. Puji Tuhan, beberapa waktu lalu saat ibumu sakit, salah satu dari merekalah yang mengantar ibumu ke rumah sakit. Kamu sibuk dengan pekerjaanmu di luar kota. Kakakmu sibuk dengan perusahaannya. Bagi kami, bertemu dengan orang lain sangat penting.”
Banyak orang yang saat ini begitu sibuk dengan pekerjaan, berbagai aktivitas, dan terlalu lekat dengan gadget-nya. Bahkan di rumah, kesibukan ini terus berlanjut. Boleh jadi kita hidup satu rumah, tetapi setiap anggotanya memiliki kesibukan dan kepentingan masing-masing. Bukan hanya waktu khusus untuk bercengkerama, makan bersama di rumah pun jarang dilakukan. Berkumpul di ruang keluarga atau di kamar masing-masing tidak ada bedanya, karena semua hanya sibuk dengan gadget-nya sendiri-sendiri. Tidak heran jika pada akhirnya banyak orang yang merasa kurang diperhatikan keluarganya dan lebih dekat dengan orang lain di luar.
Pekerjaan dan aktivitas kita mungkin penting bagi kelangsungan hidup kita, bahkan keluarga. Namun, jangan sampai kita melalaikan keluarga. Kita harus bisa membuat prioritas. Mintalah hikmat kepada Tuhan untuk mengatur ulang kesibukan kita. Ketika kita mulai saling memperhatikan dengan keluarga dan memberikan waktu kebersamaan, maka kasih akan kembali menyala. Kebahagiaan yang lebih dan lebih lagi akan Tuhan nyatakan dalam keluarga kita.
RENUNGANRAHASIA KEBAHAGIAAN dalam keluarga adalah KEBERSAMAAN; oleh sebab itu, kita perlu MENGATUR PRIORITAS dan KESIBUKAN kita
APLIKASI1. Sudahkah Anda menjadikan kebersamaan dalam keluarga sebagai salah satu prioritas Anda? Mengapa?2. Mengapa kita perlu membangun kebersamaan dalam keluarga?3. Apa saja yang dapat Anda lakukan untuk mulai membangun kebersamaan dalam keluarga?
DOA UNTUK HARI INI“Tuhan Yesus, kami rindu untuk memiliki kebersamaan dalam keluarga kami, sebagaimana kebersamaan kami dengan-Mu. Biarlah kasih karunia-Mu senantiasa memenuhi kami dalam ikatan keluarga. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUNWahyu 12-18

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.