Awal dari kelepasan besar dimulai

Awal dari kelepasan besar

BACAAN HARI INI
Matius 20:29-34

RHEMA HARI INI
Matius 20:30-31 Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!”

Kandasnya impian kerap membuat kita berputus asa. Ketika kenyataan hidup terus membentur kita dan satu per satu pintu di hadapan kita tertutup rapat, kita pun merasa bagaikan berjalan dalam kegelapan. Kita hanya bisa meraba-raba masa depan yang tak pasti. Dalam Alkitab, ada dua orang yang menjalani hidup seperti itu. Setiap hari mereka hanya bisa melihat kegelapan. Masa depan pun mereka tak punya. Sampai suatu hari, mereka mendengar tentang Yesus dari orang banyak yang berkerumun di dekat mereka. Mereka mendengar hal-hal ajaib yang Dia kerjakan. Saat mengetahui Yesus melewati mereka, mereka pun segera memanggil-Nya. Namun, sepertinya Yesus tidak mendengar. Orang-orang pun malah menyuruh mereka diam. Untungnya, mereka tidak putus asa. Mereka justru berseru makin keras. Akhirnya Yesus berpaling dan menanyakan keinginan mereka (ay.32).

Sesungguhnya Yesus bertanya bukan karena Dia tidak mengetahui jawabannya. Kedua orang itu jelas buta dan hal pertama yang mereka inginkan tentu adalah melihat. Bahkan, sebelum kedua orang itu mulai berseru kepada-Nya, Yesus telah menyadarinya. Namun, Dia ingin kedua orang buta itu menyatakan keinginan hati mereka yang terdalam terlebih dahulu.

Begitu pula dengan kita. Tuhan mengetahui segala isi hati kita. Tuhan tidak pernah mengabaikan kita. Namun, dalam keterdiaman-Nya, Dia ingin kita belajar berharap dan berseru hanya kepada-Nya. Dia ingin kita belajar mengenali kelaparan jiwa kita yang terdalam. Sebab, semakin besar kita membuka mulut kita, semakin Dia dapat mengenyangkan kita. Sadarilah, berserah bukanlah pasrah atau menantikan Tuhan dengan pasif. Aktifkan kembali iman kita. Kalau kita tidak mempercayai Allah di masa sulit, kita akan melewatkan mujizat yang sudah Dia sediakan. Percayalah pada janji-Nya yang seperti fajar pagi hari. Benar, bahkan malam yang tergelap pun akan berlalu. Pada waktunya, sinar matahari pasti akan menyeruak kegelapan dengan cahayanya yang terang benderang. (MV.L)

RENUNGAN
JANGAN PERNAH MENYERAH dan PASRAH dengan kenyataan, sebab KELEPASAN BESAR dimulai dari SERUAN BESAR

APLIKASI
1. Adakah harapan atau impian yang rasanya semakin sulit terwujud dalam hidup Anda? Bagaimana Anda menyikapinya?
2. Mengapa Anda tidak seharusnya menyerah dan pasrah dengan kenyataan?
3. Bagaimana Anda seharusnya menantikan kelepasan besar dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, Engkau yang mengerti segala kerinduan hati kami. Hanya Engkau, Tuhan, yang dapat memberikan kami kelepasan. Bekerjalah melalui impian kami yang kandas dan pakailah untuk memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.