KUNCI UNTUK BISA BERAKAR DAN BERBUAH

KUNCI UNTUK BISA BERAKAR DAN BERBUAH

RHEMA HARI INI
1 Korintus 9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Di dunia yang menawarkan banyak hal menarik dalam segala hal, penguasaan diri menjadi seni yang sulit untuk dipraktikkan. Namun, mau tak mau, Prita harus melatih diri untuk menahan keinginan hatinya. Demi menjadi prima ballerina, ia bukan saja harus berlatih berjam-jam. Ia juga menghindari makanan-makanan manis dan berlemak, mengorbankan waktu untuk bersenang-senang dengan teman-temannya di berbagai café terkini, melewatkan film-film terbaru, dan menjaga pola tidurnya. Dibandingkan dengan semua hal yang menyenangkan tersebut, ia mendorong dirinya untuk menonton video-video dokumenter dari berbagai pertunjukkan balet terkemuka, meminta pelajaran tambahan dari pelatihnya, bahkan merekam latihan-latihannya sendiri untuk ditinjau kemudian. Tentu saja semua itu tidak mudah dan kadang membosankan, tetapi pada akhirnya segenap upaya Prita terbayar. Ia berhasil memperoleh peran utama di berbagai pertunjukkan besar.

Kalau untuk meraih sesuatu yang bersifat fana dan sementara di dunia ini saja diperlukan usaha serta pengendalian diri sedemikian rupa, terlebih lagi kita perlu berupaya untuk hal-hal rohani yang kekal dan akan berlangsung selamanya. Memang tidak mudah, kedagingan kita cenderung menuntut untuk disenangkan. Namun, bila keinginan daging itu terus-menerus dituruti tanpa pernah diredam, lama-kelamaan kita akan tergelincir pada kesia-siaan. Hidup yang semula dirancang penuh dengan tujuan oleh Allah menjadi tidak terpenuhi dan berakhir sia-sia.

Tahun ini adalah tahun untuk berakar dan berbuah. Tanpa terasa kita sudah memasuki pertengahan bulan ke-5. Sudah sejauh manakah kita berakar dalam Tuhan? Apakah kita masih menjalani hari-hari kita begitu saja dan abai pada disiplin rohani yang seharusnya kita bagun kuat setiap waktunya? Melawan daging memang tidak mudah, tetapi Tuhan sudah menyediakan sebuah cara, yaitu dengan berdoa puasa. Dengan berpuasa, kita menekan kedagingan kita dan membangun roh kita. Saat roh kita semakin kuat, kita pun akan mengalami peningkatan rohani semakin lebih lagi, sehingga kita kuat berakar dalam Tuhan dan berbuah lebat bagi Kerajaan-Nya. (MV.L)

RENUNGAN
PENGUASAAN DIRI sangat kita perlukan UNTUK BISA BERAKAR DAN BERBUAH.

APLIKASI

  1. Seberapa jauh Anda bisa menguasai diri Anda?
  2. Mengapa penguasaan diri berkaitan erat dengan berakar dan berbuah dalam Kristus?
  3. Bagaimana Anda bisa menguasai diri lebih lagi?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, ampuni kami apabila selama ini kami tidak bisa menguasai diri dengan baik. Bantulah kami, agar kami bisa menguatkan hati kami dan melatih penguasaan diri kami. Kami mau taat dan dekat-dekat dengan-Mu, sehingga kami bisa berakar kuat dan berbuah lebat dalam-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.