Mengucap Syukur Di Tengah Ketidaksempurnaan

BACAAN HARI INI

Filipi 1:1-6

RHEMA HARI INI

Filipi 1:6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Saat seseorang yang berada dalam penjara diberi kesempatan menghubungi anggota keluarga atau orang terdekatnya, hampir bisa dipastikan, ia akan memberi kabar tentang keadaannya yang tidak menyenangkan di balik terali besi. Berbagai keluhan pun akan terlontar. Mulai dari makanan yang tidak enak, antrian saat mandi, kualitas air yang buruk, sampai perlakuan sesama tahanan yang kurang baik.

Berbeda dengan Rasul Paulus saat berada dalam penjara. Ketika ia menulis surat untuk jemaat di Filipi, tidak ada sedikit pun keluhan dalam suratnya. Justru ia senantiasa mengucap syukur dan menasihatkan jemaat untuk tetap bersukacita. Rasul Paulus berjuang sedemikian rupa melatih dirinya untuk bersyukur dalam segala situasi dan kondisi, termasuk saat mengalami masalah. Hal ini bukan berarti ia kebal terhadap kesulitan, tetapi karena ia belajar melihat yang baik dari yang tidak baik. Ia pun meyakini bahwa Tuhan yang sudah memulai pelayanannya, akan terus menyertainya sampai akhir. Rasul Paulus juga menyadari bahwa ucapan syukur mampu menarik kuasa Allah bekerja. Alkitab mencatat, berbagai mujizat, terobosan, dan kebangunan rohani yang besar terjadi dalam pelayanannya. Melalui hidupnya yang dipenuhi ucapan syukur, pertobatan jiwa-jiwa terjadi.

Demikian juga dalam kehidupan berkeluarga. Masing-masing kita pasti memiliki pergumulan yang berbeda-beda. Mungkin itu masalah antara suami dan istri, orangtua dan anak, mertua dan menantu, atau berbagai macam masalah lainnya. Seperti Rasul Paulus yang terus berjuang agar pelayanannya penuh kuasa, demikian juga kita harus berjuang bagi pemulihan keluarga kita. Jangan tunggu masalah selesai dulu baru bersyukur. Segera ambil komitmen untuk terus belajar mengucap syukur atas segala keadaan. Apa pun yang terjadi dalam keluarga kita, sesulit apa pun situasinya, seberat apa pun masalahnya, mengucap syukurlah. Percayalah bahwa Tuhan sanggup berkarya atas segala situasi dan membalikkan keadaan menjadi begitu indah. Saat kita mengucap syukur, ketika itulah kuasa Tuhan bekerja untuk memulihkan keluarga kita.

RENUNGAN
TIDAK PERLU MENUNGGU semua sempurna; ketika kita BELAJAR MELIHAT YANG BAIK DARI YANG TIDAK BAIK, maka kita bisa mengucap syukur

APLIKASI
1. Bagaimana sikap Anda terhadap keadaan keluarga Anda?
2. Pemulihan apa yang Anda inginkan terjadi dalam keluarga Anda?
3. Sudahkah Anda bersyukur atas keadaan keluarga Anda? Bagaimana cara Anda bersyukur atas keadaan keluarga Anda?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa yang baik, mampukan kami untuk tetap mengucap syukur atas keluarga kami, sehingga keluarga kami mengalami kuasa pemulihan. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Kolose
Filemon

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.