Inisiatif Dalam Menyelesaikan Konflik Keluarga

BACAAN HARI INI Matius 5:21-26
RHEMA HARI INI Matius 5:23-24 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Di dunia ini, tidak ada orang yang suka mengakui kesalahan. Begitu pula saat ada permasalahan dalam keluarga. Rasanya lebih mudah untuk menimpakan seluruh kesalahan pada orang lain. Apa pun yang terjadi, kita ingin mereka dulu yang datang dan meminta maaf kepada kita. Kalau tidak, pertengkaran akan terus mewarnai hari-hari kita di rumah. Atau kita akan mendiamkan, menghindari, bahkan menghukum mereka dengan suatu cara. Mungkin bagi kita semua itu harus dilakukan. Bagaimanapun, orang yang bersalah harus menunjukkan penyesalannya, bukan? Namun, pernahkah kita berpikir, apakah standar kebenaran kita sama dengan standar Tuhan?
Ketika manusia jatuh ke dalam dosa untuk yang pertama kalinya, mereka juga mulai saling melemparkan kesalahan. Adam bahkan menyalahkan Tuhan karena memberikan Hawa sebagai istrinya (Kej. 3:12). Meski demikian, Allah tidak mengutuki manusia. Dia malah merencanakan suatu cara agar Dia dapat memperdamaikan kita dengan-Nya. Jelas manusia yang telah melakukan kesalahan, tetapi Tuhan yang sama sekali tidak bersalah merelakan diri turun ke dunia. Dia mengambil langkah pertama untuk merangkul manusia kembali ke dalam keluarga-Nya. Karena tindakan-Nya yang tak mementingkan diri inilah, manusia yang seharusnya menerima penghukuman dapat memperoleh keselamatan. Hubungan kita dengan Allah pun terpulihkan.
Tuhan telah terlebih dahulu menunjukkan bahwa kita tidak seharusnya menunggu-nunggu orang lain untuk datang kepada kita. Ketika kita mengalah, itu bukan berarti kita kalah. Justru saat kita mengesampingkan ego kita dan taat melakukan kehendak Tuhan, kerohanian kita mengalami pertumbuhan. Pribadi kita pun semakin menyerupai karakter Kristus. Dewasa dan matang. Demikianlah kita menang di hadapan Tuhan. Mata kita pun akan semakin terbuka untuk melihat isi hati-Nya. Bahwa Dia menghendaki agar kita dapat menikmati kebersamaan yang indah bersama-Nya dalam satu keluarga. Jangan sampai, apa yang penting bagi kita menyingkirkan apa yang terpenting bagi kebahagiaan keluarga kita. (MV.L)
RENUNGANJika kita ingin MENYELESAIKAN KONFLIK dan BERDAMAI, maka kita perlu MENGALAHKAN EGO dan mengambil INISIATIF PERTAMA untuk minta maaf
APLIKASI1. Bagaimana cara Anda menyelesaikan konflik keluarga selama ini? 2. Mengapa inisiatif pertama untuk minta maaf diperlukan dalam menyelesaikan konflik? Apa yang Tuhan ajarkan tentang hal ini?3. Apa yang dapat Anda lakukan sekarang ini untuk mengambil langkah pertama menyelesaikan konflik keluarga Anda?
DOA UNTUK HARI INI“Tuhan, ampuni kami apabila selama ini hati kami masih keras dan sulit untuk berdamai. Berikan kami kekuatan untuk dapat mengalahkan ego kami dan mengambil inisiatif pertama demi kedamaian dalam keluarga kami seperti yang Engkau kehendaki. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

BACAAN ALKITAB SETAHUN
Ibrani 7-10

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.