Menjadi Peacemaker Dalam Keluarga

BACAAN HARI INI Matius 5:3-9
RHEMA HARI INI Matius 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Yun In melalui hari-harinya bersama seorang suami yang kejam dan otoriter. Hanya karena salah masak, ia menerima tamparan dari suaminya. Bukan hanya Yun In, anak-anak mereka pun menjadi korban kekejaman si suami. Ketika kondisi kesehatan suami Yun In menurun, ia sempat mengusir suaminya dan mengungkapkan bahwa ia tidak akan pernah memaafkan suaminya. Namun akhirnya, Yun In membawa pulang suaminya yang tinggal di pinggir jalan dan merawatnya. Tak lama kemudian, mereka mendapatkan kunjungan dari teman-teman gereja. Saat itulah pertama kalinya suami Yun In mengucapkan kata maaf karena telah menyiksa Yun In. Mereka pun didoakan. Meski masih menyimpan kepahitan, Yun In mengajak anak-anaknya meminta pengampunan Tuhan untuk ayah mereka. Walaupun pada akhirnya sang suami meninggal, damai sejahtera meliputi keluarga Yun In dan hati mereka benar-benar dipulihkan dan dimampukan untuk mengampuni suami Yun In.
Kita mungkin pernah merasa sakit hati terhadap keluarga atau pasangan kita. Namun, bagaimanapun juga, mereka adalah orang-orang yang Tuhan berikan sebagai keluarga yang mendampingi hidup kita selama di bumi. Seperti kita, mereka juga adalah manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Jika tidak ada pihak yang mau mengalah dan mengampuni, maka selamanya keluarga kita akan diwarnai konflik. Kedamaian dalam keluarga pun hancur berantakan.
Oleh karena itu, tidak ada jalan lain selain diri kita sendiri yang memulai perdamaian dalam keluarga kita. Memang tidak mudah. Apalagi jika hati kita masih diliputi banyak kekecewaan dan kemarahan. Namun, bukankah kita memiliki Tuhan sebagai sumber kedamaian kita? Bukalah hati dan biarkan Tuhan bekerja dan menjadikan kita pembawa damai-Nya. Dalam bahasa Inggris pembawa damai disebut sebagai “peacemaker”. Menjadi peacemaker berarti kita menyediakan hati untuk mau berdamai dengan orang lain serta mengusahakan perdamaian di mana pun kita berada. Berusahalah untuk berdamai dengan anggota keluarga atau pasangan kita. Keluarga yang fokus memperjuangkan perdamaian dalam keluarga akan diberkati oleh Tuhan, sebab Dialah Raja Damai. Tuhan Yesus memberkati. (ABU)
RENUNGANMenjadi PEACEMAKER berarti kita MENYEDIAKAN HATI UNTUK BERDAMAI, serta MENGUSAHAKAN PERDAMAIAN di mana pun kita berada
APLIKASI1. Apa yang dimaksud dengan peacemaker?2. Mengapa Anda perlu menjadi peacemaker dalam keluarga Anda?3. Apa yang dapat Anda usahakan untuk menjadi peacemaker dalam keluarga Anda?
DOA UNTUK HARI INI“Bapa dalam nama Yesus, ajar kami untuk dapat menjadi pembawa damai dalam keluarga kami, dan di mana pun kami berada. Bertakhtalah atas keluarga kami, sebab Engkaulah Raja Damai. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”
BACAAN ALKITAB SETAHUNIbrani 1-6

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.