Kesabaran sampai garis finish

BACAAN HARI INI

Bilangan 23:4-30

RHEMA HARI INI

Bilangan 23:19 Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

Alkisah ada empat pemuda terpelajar hendak mengikuti sayembara untuk mendapatkan jabatan di istana. Sayembara itu mengharuskan mereka berlari sejauh 300 km. Mendengar jarak yang harus ditempuh, dua pemuda langsung menyerah dan melepaskan impian mereka. Tinggal dua pemuda yang bertekad untuk berangkat. Setelah melewati 100 km, pemuda ketiga merasa kelelahan. Ia mulai meragukan kebenaran sayembara tersebut. Ia pun mulai frustrasi, kehilangan kesabaran, marah-marah, dan memilih untuk pulang. Tinggal pemuda keempat yang tetap percaya dan terus melanjutkan perjalanan. Hingga akhirnya ia sampai ke istana. Raja pun memenuhi janjinya dan memberikan jabatan kepadanya. Ia merasa senang, tetapi juga heran dengan persyaratan sayembara yang cukup aneh tersebut. Setelah menjadi pejabat, belakangan ia baru mengerti kriteria yang raja inginkan tidak hanya pintar, tetapi juga harus sabar, pantang menyerah, tidak mudah marah, dan tidak mudah putus asa, sehingga ia layak untuk memerintah bersama raja.

Seperti para pemuda dalam kisah di atas, ketika kita ingin meraih impian atau visi Tuhan dan dihadang tantangan besar, kita begitu mudah menyerah, bahkan sebelum berjuang. Sebagian dari kita mungkin akan mencoba dan membayar harga. Namun, setelah beberapa lama impian kita tidak juga terwujud, kita pun meragukan janji dan penyertaan Tuhan. Akhirnya kita berhenti di tengah jalan.

Ketahuilah, Tuhan tahu isi hati dan kebingungan kita. Dia tidak pernah melupakan segala perjuangan dan seberapa besar harga yang telah kita bayar. Jangan percaya kebohongan iblis yang selalu berusaha membuat kita menyerah dalam masa penantian. Percayalah, Tuhan tidak pernah berdusta. Apa yang telah dijanjikan-Nya, pasti akan digenapi-Nya. Teruslah konsisten mengejar visi Tuhan. Biarlah selagi menantikan-Nya dalam kesesakan, buah Roh kesabaran bertumbuh lebat dalam hidup kita. Sehingga melalui buah Roh itu kita memperoleh janji Tuhan dan bahkan menjadi pembawa revival di mana Dia menempatkan kita.

RENUNGAN

SABAR tidak berarti MENYERAH, tetapi BERSERAH PENUH dan SUNGGUH-SUNGGUH PERCAYA bahwa janji Tuhan PASTI TERGENAPI

APLIKASI

  1. Apakah Anda masih memperjuangkan impian atau bahkan visi Tuhan dalam hidup Anda? Mengapa?
  2. Mengapa sabar tidak sama dengan menyerah?
    Bagaimanakah Anda dapat mengembangkan kesabaran untuk menantikan janji Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, kami sangat bersyukur memiliki Tuhan yang senantiasa memenuhi hidup kami dengan buah Roh Kudus. Kami percaya buah kesabaran yang ada pada-Mu juga akan Kau taruh dalam hidup kami, sehingga kebangunan rohani sungguh terjadi dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.