Identitas sebagai terang dan garam dunia

BACAAN HARI INI

Matius 5:13-16

RHEMA HARI INI

Matius 5:13-14 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Ini adalah kisah tentang Matahari dan Palung yang bersahabat. Pada suatu hari, Palung bercerita kepada Matahari tentang keinginannya melihat terang, karena selama ini ia selalu tinggal dalam kegelapan di dasar laut. Matahari pun mengundang Palung untuk naik dan mengelilingi permukaan bumi. Palung sangat terpesona dengan terang yang selama ini tidak pernah dilihatnya. Kemudian, giliran Matahari yang ingin mengunjungi Palung karena ingin melihat seperti apa itu kegelapan. Matahari pun menghampiri tempat tinggal Palung di dasar laut yang paling dalam. Namun, meski Matahari menunggu jam demi jam berlalu, kegelapan itu tak kunjung tampak.

Pahamkah Anda tentang ilustrasi di atas? Ya, Matahari datang membawa terangnya, sehingga kegelapan itu pun pada akhirnya sirna. Terang adalah identitas yang melekat pada diri Matahari. Sehingga ke mana pun ia pergi, bahkan ke dasar bumi sekalipun, ia tetap membawa terang yang senantiasa menyinari sekitarnya itu bersamanya.

Kita semua mengetahui bahwa gelap adalah lawan kata dari terang. Seolah-olah, gelap dan terang mempunyai posisi yang sama kuatnya. Namun, tahukah Anda bahwa sesungguhnya, terang lebih kuat dari gelap? Karena ketika terang datang, kegelapan pasti lenyap. Sama seperti kita yang sudah mengemban tugas untuk menjadi pembawa terang dan menggarami dunia ini. Sekelam apa pun keadaan yang ada di sekitar kita, pastilah kita dapat mengalahkannya, karena Tuhan sendiri yang sudah memberikan kuasa itu kepada kita. Tugas kita hanyalah terus menebarkan terang berupa kasih dan kebaikan di sekeliling kita. Sehingga melalui buah Roh yang muncul dari dalam diri kita, lingkungan kita yang dulunya gelap dan tawar, dapat mengalami perubahan yang baik. Sehingga nama Tuhan dimuliakan melalui perbuatan kita. Sama halnya seperti lilin yang kecil, tetapi dapat dipakai untuk menyulut lilin-lilin lain dan membawa terang di mana ia berada. Apabila kita dapat menyulut lilin-lilin yang dahulunya padam, dan kemudian lilin-lilin tersebut menyulut banyak lilin lainnya, maka kebangunan Rohani besar-besaran pun pasti akan terjadi. (DJW)

RENUNGAN

Sadarilah IDENTITAS kita dalam Tuhan sebagai TERANG dan GARAM DUNIA, sebab hal itu menentukan apa yang TERPANCAR KELUAR dari hidup kita

APLIKASI

  1. Apakah selama ini Anda sudah benar-benar menjadi garam dan terang bagi sekeliling Anda?
  2. Menurut Anda, mengapa penting bagi Anda untuk menyadari identitas diri Anda sebagai terang dan garam dunia?

DOA UNTUK HARI INI

“Bapa, ampunilah kami apabila selama ini kami masih belum dapat menghidupi identitas kami dengan seutuhnya. Tolong kami, ya, Bapa, agar kami dapat sungguh-sungguh membawa terang dan menjadi garam bagi orang-orang di sekitar kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”
3. Bagaimana Anda dapat membawa terang dan menggarami dunia ini?

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.