BERAKAR KUAT DAN BERBUAH LEBAT

BERAKAR KUAT DAN BERBUAH LEBAT

RHEMA HARI INI
Yehezkiel 17:23a di atas gunung Israel yang tinggi akan Kutanam dia, agar ia bercabang-cabang dan berbuah dan menjadi pohon aras yang hebat;

Bagi tumbuhan, akar memiliki banyak kegunaan. Selain untuk menyerap air dan zat hara, yang penting adalah untuk menunjang berdirinya tumbuhan. Akar yang tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti fondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah dan berbuah lebat. Namun, tak kalah pentingnya dari akar adalah tanah tempat tumbuhan tersebut tertanam. Tanpa tanah yang baik dan subur, seberapa pun kuatnya tumbuhan tersebut berakar, ia tidak akan bisa berbuah lebat dan manis.

Begitu pula dengan kehidupan kita sebagai pengikut Kristus. Tuhan tidak ingin kita sekedar bertumbuh dan berbuah, tetapi Dia ingin kita berakar dan berbuah lebat di tempat yang tepat. Tuhan tidak ingin kita berpuas diri dengan kehidupan yang biasa-biasa saja, tetapi Dia ingin kita memiliki visi yang benar. Visi yang membuat hidup kita penuh dengan tujuan, dan ketika kita menjalankannya, kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang.

Tidak secara kebetulan jika visi yang Tuhan berikan kepada kita untuk tahun 2022 ini adalah Tuhan akan membuat kita berakar kuat dan berbuah lebat. Tuhan ingin agar kita bertumbuh, berakar, dan berbuah bagi-Nya, karena dengan cara demikianlah kita menjadi kuat dan dapat dipakai Allah untuk mencapai maksud dan rancangan-Nya.

RENUNGAN
Visi profetik untuk tahun 2022 adalah Tuhan akan membuat kita BERAKAR KUAT dan BERBUAH LEBAT.

APLIKASI

  1. Apa yang dimaksud dengan visi profetik?
  2. Mengapa Tuhan ingin kita memiliki visi profetik?
  3. Bagaimana Anda bisa menangkap dan menghidupi visi profetik dari Tuhan?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk anugerah-Mu dalam hidup kami. Kami mengucap syukur untuk visi profetik yang Engkau berikan bagi kami. Kami rindu dapat berakar dan berbuah lebat, sehingga hidup kami dapat menjadi berkat di mana pun kami berada. Di dalam Nama Yesus, kami berdoa. Amin.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.