Level sukacita saat menaburkan benih profetik

Level sukacita saat menaburkan benih profetik

BACAAN HARI INI
2 Korintus 9:6-12

RHEMA HARI INI
2 Korintus 9:6-7 Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Omzet toko Tika kian hari kian menurun. Merasa sedih, ia pun memutuskan untuk datang ke Pondok Daud. Malam itu Tika merasa Tuhan memintanya untuk memberikan seluruh tabungannya. Tika pun kaget. Dalam hatinya ia berkata, “Ya Tuhan, Engkau tahu apa yang ada di tabunganku ini adalah uang yang aku kumpulkan untuk membayar gajian bulan ini. Itu saja belum tentu cukup jumlahnya. Kalau semuanya aku persembahkan, lantas dengan apa aku membayar gaji karyawanku?” Hatinya lalu menjadi gelisah. Sesampainya di rumah, tiba-tiba Tuhan membukakan sebuah perikop firman Tuhan tentang janda miskin yang memberikan segala yang ia punya sebagai persembahan (Luk. 21:1-4). Akhirnya Tika pun mantap menyerahkan segala yang ia punya kepada Tuhan. Kali ini hatinya tidak hanya rela, tetapi juga bersukacita. Ia tahu apa yang dilakukannya menyenangan hati Tuhan. Ia percaya apa yang ia taburkan untuk pekerjaan Allah tidak akan pernah sia-sia.

Hari demi hari berlalu. Meski bulan itu tokonya tidak menjadi ramai, tetapi Tika mempunyai cukup uang untuk membayar gaji karyawannya. Beberapa bulan pun juga sudah terlewati dan omzet Tika masih seperti biasanya. Namun hati Tika tidak lagi penuh dengan kekuatiran. Ia percaya bahwa Tuhan yang ia sembah pasti memelihara. Sampai tiba-tiba Tika menerima telepon dari sebuah perusahaan besar yang menawarkan kerja sama. Nominalnya pun melebihi 10x omzet bulanannya selama ini.

Sering kali, manusia cenderung memiliki pemikiran bahwa kalau ia mempunyai sedikit dan ia memberikan yang sedikit itu, apa yang menjadi kepunyaannya akan habis. Akan tetapi, tidak demikian dengan rumus matematika sorga. Ketika kita melangkah untuk memberi dengan sukacita, apa yang kita tabur akan menjadi benih profetik, dan kita tidak akan menjadi kekurangan. Sebaliknya, justru bertambah kaya dan berkelimpahan (Ams. 11:24-25). Karena ketika menabur dengan sukacita, hal itu diperhitungkan Tuhan sebagai suatu langkah iman yang akan menarik tuaian mujizat keuangan besar terjadi dalam hidup kita.

RENUNGAN
LEVEL SUKACITA saat menaburkan BENIH PROFETIK menentukan LEVEL TUAIAN MUJIZAT yang terjadi.

APLIKASI
1. Sudahkah Anda menabur dengan sukacita?
2. Mengapa kita perlu menabur dengan sukacita?
3. Menurut Anda, mengapa memberi merupakan sebuah langkah iman? Bagaimanakah Anda akan mempraktikkannya?

DOA UNTUK HARI INI
“Tuhan, ajarkan kami supaya kami dapat menuruti firman-Mu untuk dapat menabur dengan sukacita. Karena kami tahu bahwa setiap benih profetik yang kami tabur tidak akan menjadi sia-sia. Namun sebaliknya, akan bertumbuh dan berbuah lebat menjadi tuaian mujizat yang besar yang pasti terjadi dalam hidup kami. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.