Bertumbuh dewasa dalam kerohanian

Bertumbuh dewasa dalam kerohanian

BACAAN HARI INI
Ibrani 5:1-14

RHEMA HARI INI
Ibrani 5:12-13 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

“Aku mau! Aku mau kuenya!” jerit Lia kecil. Saat itu kakaknya, Siska, sedang berulang tahun. Ibu mereka pun memberikan potongan pertama kue ulang tahun kepada Siska. Lia yang duduk di sebelah Siska langsung saja ingin merebutnya. Orang-orang dewasa yang melihat adegan tersebut, apalagi melihat ekspresi wajah montok Lia yang sedang cemberut tetapi menggemaskan, menganggapnya lucu. Namun, seiring berjalannya waktu, Lia tidak juga berubah. Saat temannya mendapatkan kado boneka beruang lucu, ia langsung memintanya. Saat kakaknya dibelikan sepeda, ia juga menangis minta dibelikan sepeda. Sifat yang sama terus dibawa-bawa Lia sampai ia sudah bekerja. Tanpa malu, ketika kakaknya membelikan tas tangan untuk sepupu mereka, ia memohon kepada sepupunya agar tas itu diberikan untuknya saja. Melihat itu, Siska berkata, “Kok kamu dari umur tiga tahun sampai sekarang cuma badannya saja yang tambah gede, Lia?!”

Ya, bertambah umur itu pasti, tetapi tidak demikian dengan bertumbuh dewasa. Hal yang sama berlaku untuk manusia rohani kita. Suatu kali, penulis Kitab Ibrani menegur jemaat bahwa meskipun mereka sudah lama menjadi orang percaya dan seharusnya menjadi Kristen dewasa, ternyata mereka masih seperti anak kecil yang belum bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat.

Menjadi dewasa rohani adalah pilihan. Ketahuilah, kuasa tidak akan pernah diberikan untuk anak-anak, tetapi bagi mereka yang sudah matang dan dewasa rohani. Tinggalkanlah sifat kanak-kanak dan belajar bertumbuh dewasa seperti Yesus. Jadilah seperti Yesus yang datang untuk melayani, bukan untuk dilayani. Bagi Bapa sorgawi, anak yang dewasa adalah anak yang melayani dan menghasilkan buah roh yang mencerminkan karakter ilahi. Saat kita sudah dewasa dalam pandangan Bapa, ketika itulah urapan untuk berkuasa akan dicurahkan bagi kita. Hidup yang berhasil dan diberkati, berlipat ganda dengan dahsyat, dan menjadi berkat besar untuk memperluas Kerajaan Allah bukan lagi hanya impian, tetapi kenyataan. (PF)

RENUNGAN
Bertambah umur itu pasti, tetapi BERTUMBUH DEWASA DALAM KEROHANIAN adalah PILIHAN.

APLIKASI
1. Secara jujur, sampai di tingkat manakah kerohanian Anda?
2. Dalam hal apa Anda merasa masih anak-anak rohani?
3. Bagaimana cara Anda supaya kerohanian Anda terus bertumbuh dewasa?

DOA UNTUK HARI INI
“Bapa di sorga, kami rindu menjadi manusia dewasa rohani yang bisa berguna bagi Engkau. Ajar kami Bapa, beri hati, mata, dan telinga seorang murid. Arahkan kami pada kebenaran dan bukakanlah pengertian pada kami melalui setiap peristiwa dan orang-orang yang kami temui. Kami sangat rindu menjadi anak-anak-Mu yang bisa Kau andalkan dan bisa dipercaya. Terima kasih, Bapa. Di dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.